Kamis, 12 Januari 2012

Home






KERAGAMAN BUDAYA YANG INDAH 
DI SUMATERA UTARA





























                                                                                                                                                                   

Kamis, 05 Januari 2012

Tata Pameran Tetap

Untuk menyampaikan informasi  sejarah budaya Sumatera Utara  dilakukan melalui tata pameran tetap. Dari Sejumlah koleksi yang dimiliki Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara tidak seluruhnya dapat disajikan dalam pameran tetap. Sesuai dengan kapasitas tempat dan ruang yang tersedia,  koleksi yang ditampilkan berkisar 30 persen, selebihnya tersimpan dalam ruang storage (gudang koleksi). Koleksi ditata berdasarkan alur  cerita yang berkesinambungan.

1. Ruang Prasejarah
Koleksi yang ditampilkan di Ruang prasejarah berupa duplikat fosil manusia purba yang ditemukan di situs Sangiran, Jawa Tengah. Situs Sangiran terkenal di dunia dengan temuan berupa fosil manusia dan hewan, bahkan situs ini telah ditetapkan menjadi warisan Dunia.  Koleksi lain yang ditampilkan berupa artefak sisa kehidupan masa lalu berupa kapak batu, sisa kulit kerang, alat tulang, gerabag dan manik-manik.  

2. Ruang Sumatera Utara Kuno
Menampilkan jejak peradaban awal masyarakat Sumatera Utara. Koleksi yang ditampilkan berupa temuan benda-benda yang berkaitan dengan kepercayaan (benda-benda religi), seperti patung-patung yang menggambarkan perwujudan nenek moyang baik yang terbuat dari batu maupun kayu. Koleksi lainnya seperti wadah obat tradisional, dan naskah yang dibuat dari kulit kayu atau Pustaha laklak. 

3. Ruang  Hindu Buddha
Di ruang ini ditampilkan beberapa koleksi peninggalan masa Hindu Budda di Sumatera Utara. Diantaranya adalah artefak berupa patung-patung perunggu dan  batu yang ditemukan di situs percandian Padang Lawas. Koleksi lainnya  berupa patung batu yang dan keramik Cina dari abad ke 11 hingga 14 yang ditemukan di situs Kota Cina.   

4. Ruang Islam
Ruang Islam menampilkan berbagai artefak peninggalan budaya Islam seperti batu nisan yang ditemukan di daerah Barus, Tapanuli Tengah,  naskah-naskah Islam tua dan replika Masjid Azizi yang berada di kabupaten langkat.

5. Ruang Kolonial
Sebelum pemerintah Hindia Belanda masuk dan memerintah di wilayah Sumatera, para pengusaha Eropa khususnya telah datang dan membuka perkebunan di Sumatera. Kemajuan usaha perkebunan telah melahirkan Kota Medan sebagai multi kultur yang kaya, unik dan menarik. Koleksi yang ditampilkan meliputi komoditas perdagangan kolonial, alat-alat dan mata uang perkebunan, foto-foto bersejarah yang langka, model figur kolonial serta replika dari kehidupan kota Medan tempo dulu.

6. Ruang Ethnografi
Sumatera Utara merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang terkenal dengan masyarakatnya yang multi etnik. Penduduk asli meliputi suku Melayu, Nias, Batak Toba, Angkola/Mandailing, Simalungun, Karo, Pakpak, dan Masyarakat Adat Pesisir (Tapanuli Tengah, Sibolga). Sementara suku pendatang dari Nusantara antara lain adalah Jawa, Minangkabau, Aceh, Bugis, Banjar, Bali, dan sebagainya. Sedangkan etnis pendatang yang berasal dari luar Nusantara antara lain datang dari China dan India. Keberagaman etnik tersebut tercermin lewat keragaman budaya dan agama yang semuanya memberikan sumbangan sangat berharga dalam memperkaya khasanah budaya Sumatera Utara.
Di lantai II sisi barat ditampilkan benda-benda ethnografi dari penduduk asli di Sumatera Utara  seperti Peralatan Berburu dan Meramu, Peralatan Sawah dan Ladang, Peralatan Perkebunan, Peralatan Perikanan, Peralatan Peternakan, Alat-alat Pertukangan Kayu, peralatan Pandai Besi, Peralatan Perdagangan, Peralatan Rumah Tangga, Transportasi  Tradisional, Senjata dan Perlengkapan Perang Tradisional, Peralatan upacara daur hidup,Rumah Tradisional  dan Ragam hias
Di lantai II sisi timur ditampilkan benda-benda ethnografi berupa peralatan musik tradisional, Tenun tradisional berupa songket Melayu dan Ulos, topeng tradisional dan peralatan tradisional yang terbuat dari tembikar.


7. Ruang  Perjuangan Sejarah Bangsa
Di ruang Perjuangan Sejarah Bangsa menampilkan tokoh-tokoh pejuang yang  menentang penjajahan, mulai dari  Pergerakan Nasional yang dimulai sejak tahun 1908, hingga tokoh-tokoh pejuang Sumatera Utara dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
       Di ruang ini juga ditampilkna koleksi  senjata dan peralatan yang dipergunakan oleh para pejuan dalam berjuang melawan penjajah. Terdapat juga obat-obat tradisional. Selain ditampilkan para tukoh pejuang dan peralatan perang, di ruang Perjuangan Sejarah Banagsa juga ditampilkan tokoh Proklamator dan foto-foto masa perjuangan Bangsa     
           
8. Ruang Gubernur dan Pahlawan Nasional
Di ruang Gubernur dan Pahlawan Nasional menampilkan para Pahlawan Nasional yang berasal dari Sumatera Utara, juga para manta Gubernur yang telah berjasa membangun dan memajukan Provinsi Sumatera Utara mulai Kemerdekaan Republik Indonesia hingga kini.

9. Taman Purbakala
Taman purbakala berada di halaman dalam gedung Museum. Di taman ini terdapat beberapa artefak batu berupa patung dan prasasti yang berasal dari budaya HinduBuddha di situs Padang lawas.

Struktur Organisasi


       Sejak diresmikan tahun 1982  status Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara adalah sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan di tingkat Propinsi dibawah pembinaan  Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sumatera Utara.  Berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan  No. 0282/F1.2/CI.1988, Museum Negeri Propinsi dipimpin oleh seorang Kepala  Museum dibantu oleh Kasub Bag.Tata Usaha,  Kepala Seksi Bimbingan dan Edukasi, Kepala Seksi Koleksi, Kepala Seksi Konservasi dan Preparasi.  Struktur organisasi di Museum  berubah Berdasarkan keputusan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 001/0/1981 tanggal 9 Januari 1991 tentang Organisasi dan Tata kerja Museum Negeri Propinsi. Jabatan struktural adalah Kepala Museum dan Kasub Bag. Tata Usaha,  ditambah dengan jabatan fungsional.

       Sejalan dengan diberlakukannya Otonomi Daerah tahun 2000, sesuai dengan Undang-Undang no 22 tahun 1999,  status Museum Negeri Propinsi diserahkan menjadi kewenangan daerah (Propinsi) dan sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara  No 06 – 1- 442K/tahun 2002, Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sumatera Utara. Susunan organisasi terdiri dari Kepala Museum  dibantu oleh Kasub Bag Tata Usaha, Kepala Seksi Koleksi, Kepala Seksi Bimbingan dan Edukasi, Kepala Seksi Konservasi dan Preparasi serta tenaga Fungsional.

Sejarah Bangunan

Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara diresmikan tanggal 19 April 1982  oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan DR. Doed Yosoef, namun peletakan koleksi pertama dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pertama Ir Sorkarno tahun 1954, berupa Makara, oleh karena itu Museum ini terkenal dengan nama Gedung Arca.   Makara tersebut bentuknya seperti perpaduan bentuk kepala binatang air dan gajah, di tengah mulutnya terdapat relief manusia posisi  berdiri. Dalam mitologi Hindu, arca ini dianggap sebagai tunggangan  Dewi Gangga, sedangkan dalam bangunan suci (candi) arca ini diletakkan di kiri kanan bangunan candi yang berfungsi sebagai penolak bala.

Sumber Daya Manusia


Jumlah ketenagaan dalam pengelolaan Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara sebanyak 64 orang, terdiri dari :
Golongan IV      6    orang
Golongan III       33  orang
Golongan II        16  orang

Nama Pegawai

Berdasarkan pendidikan  terdiri dari :

No
Pendidikan
Jurusan
Jumlah
A
S2
1. Magister Antropologi Sosial
2 orang
B.
S1
1.   Sastra Daerah
2.   Geografi
3.   Sejarah
4.   Antropologi
5.   Administrasi Negara
6.   Administrasi Niaga
7.   Sastra Inggris
8.   Seni Rupa
9. Sarjana Hukum (Kepidanaan)
10. Sarjana Hukum (Perdata)
11. Sarjana Sosial
12. Kimia
13. Bahasa dan Seni
14. Arkeologi
15. Sastra Jerman
16. Teknik Sipil

Jumlah
2 orang
1 orang
1 orang
2 orang
2 orang
1 orang
3 orang
1 orang
1 orang
1 orang
2 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang
1 orang

22 orang
C.
Sarjana Muda
1.  Sarjana Muda Sejarah
2.  Sarjana Muda Seni Rupa
3.  Sarjana Muda Bahasa Inggris
4.  Sarjana Muda ASMI
2 orang
1 orang
1 orang
1 orang
D.
SLTA
35 orang
E.
SD
3 orang

Koleksi

Berdasarkan jenis koleksi yang dimiliki oleh Museum Negeri Propinsi Sumatera utara dikategorikan sebagai museum umum. Sebagian besar koleksinya berasal dari daerah Sumatera Utara berupa benda peninggalan sejarah budaya mulai dari masa prasejarah, klasik (pengaruh Hindu Budha), Islam, Sejarah Perjuangan Bangsa dan benda Ethnografi dari berbagai etnik di Sumatera Utara, dan sebagian lainnya koleksi berasal dari beberapa daerah lain di Indonesia 


Hingga tahun 2011 Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara menyimpan kurang lebih  7.000.000 koleksi yang terbagi dalam 10 jenis:

1. Koleksi Geoogika/Geografika
         Koleksi  Geologika, berupa   jenis batuan, mineral,   benda-benda bentukan alam dan peta.
2. Koleksi Biologika
      Koleksi jenis biologika,  berupa tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan,  binatang dan jenis-jenis kayu.
3. Koleksi Etnografika
      Koleksi etnografi,  berupa hasil budaya  atau yang menggambarkan identitas suatu etnis. Diantaranya berupa pakaian adat,  alat  perlengkapan hidup sehari hari berupa peralatan rumah tangga seperti kepuk (tempat menyimpan pakaian), kitang (tempat air), Ingan tambar (tempat obat), kukuran kelapa dan sebagainya.  Koleksi lainnya berupa alat - alat perlengkapan,  baik yang berhubungan dengan kehidupan, kematian dan kepercayaan (religi). Museum ini terkenal memiliki keanekaragaman koleksi benda budaya dari berbagai etnik di Sumatera Utara antara lain Melayu, Batak Toba, Simalungun, Karo, Angkola/Mandailing, Pak-Pak dan Nias.
4. Koleksi Arkeologika
Koleksi arkeologika, berupa hasil budaya masa lampau yang menjadi obyek penelitian Arkeologi . Benda-benda tersebut merupakan hasil tinggalan budaya sejak masa prasejarah sampai masuknya pengaruh budaya barat, seperti peralatan hidup manusia berupa tulang, kapak batu, cangkang kerang, patung Hindu Buddha,  prasasti dengan tulisan kuno, nisan-nisan kuno dan sebagainya.
5. Koleksi Historika
Koleksi yang mempunyai  “nilai sejarah” dan menjadi obyek penelitian sejarah serta meliputi kurun waktu sejak masuknya budaya barat hingga sekarang.  Koleksi berupa benda-benda dan foto serta dokumen yang berhubungan dengan sejarah baik sejarah perkebunan, sejarah mempertahankan dan perjuangan melawan penjajah, pers dan film.
6. Koleksi Numismatika/Heraldika
Koleksi numismatika berupa mata uang atau alat tukar lainnya yang pernah beredar di Indonesia sejak masa Portugis, VOC, Inggris, Hindia Belanda, Jepang, masa perjuangan Republik Indonesia dan masa Pembangunan Republik Indonesia. Koleksi heraldika berupa stempel dan lambang-lambang dan  berbagai jenis perangko.
7. Koleksi Filologika
Koleksinya filologi  berupa naskah kuno, terdiri naskah Pustaha Lak - Lak (naskah Batak) dan Naskah melayu yang ditulis dengan dengan tangan.
8. Koleksi Keramologika
Koleksi keramik, terdiri dari keramik lokal dan keramik asing yang ditemukan di beberapa situs di Sumatera Utara seperti di situs kota cina, situs candi Sipamutung (Tapanuli Selatan), dan keramik asing lainnya.
9. Koleksi Seni rupa
Koleksi seni rupa yang diekspresikan melalui dua atau tiga dimensi berupa lukisan.
10. Koleksi Teknologi/Modern
Koleksi teknologi, yang menggambarkan perkembangan teknologi tradisional sampai  modern.

Keletakan


Keletakan Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara 

.Peta lokasi






 

 











Pengertian Museum


     Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara terletak di Jalan H.M. Joni No 51  Medan. Jarak dari bandara udara Polonia sekitar 3 (tiga) kilometer, dan dari pelabuhan laut  Belawan sekitar 25 (dua puluh lima) kilometer. Sedangkan dari pusat pemerintahan kantor Gubernur Sumatera Utara berkisar 3 (tiga) kilometer.

Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara diresmikan tanggal 19 April 1982  oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan DR. Daoed Yosoef, namun peletakan koleksi pertama dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pertama Ir Sorkarno tahun 1954. Koleksi pertama museum ini  berupa Arca Makara  yang ditemukan di situs Candi di Padang Lawas, sehingga Museum ini terkenal dengan nama Gedung Arca.   Makara adalah patung batu bentuknya seperti perpaduan bentuk kepala binatang air dan gajah, di tengah mulutnya  terdapat relief manusia berdiri. Dalam bangunan suci (candi) arca ini diletakkan di kiri kanan bangunan candi yang berfungsi sebagai penolak bala.

Sesuai dengan pengertiannya Museum adalah Lembaga tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Untuk  kepentingan sejarah, budaya Ilmu pengetahuan serta Menumbuhkan dan membangkitkan kebanggaan terhadap budaya sendiri dan cinta tanah air, memperkokoh jati diri bangsa serta memperkuat persatuan dan kesatuan.
Berkenaan dengan pengertian museum tersebut, tugas museum adalah Melakukan  pengumpulan, perawatan, pengawetan dan penyajian benda yang mempunyai  nilai budaya dan ilmiah. Selain itu menyebarluaskan hasil penelitian koleksi benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah serta  Melakukan bimbingan edukatif cultural dan penyajian rekreatif benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.
Bangunan museum ini berdiri di atas lahan 10.468 m2, sedangkan bangunanya terdiri dari  bangunan induk  dua lantai  yang dipergunakan untuk tata pameran tetap, ruang pameran temporer,  ruang Audio visual/ceramah, ruang kepala museum, tata usaha, ruang seksi bimbingan, perpustakaan, ruang micro film, ruang komputer, serta storage.

      Secara arsitektur bagian depan  bangunan induk museum ini menggambarkan rumah tradisional daerah Sumatera Utara. Pada bagian atap depan dipenuhi dengan ornamen dari etnis Melayu, Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pak-Pak dan Nias.
      Pada dinding depan di kiri kanan pintu masuk museum terdapat ornamen yang menggambarkan potensi sejarah budaya Sumatera Utara, pahlawan nasional seperti Raja Sisingamangaraja XII, komponis lagu Jaga Depari, Lili Suheri, Sastrawan T. Amir hamzah, pencipta lagu Nahum Situmorang dan tokoh pendidik Willem Iskandar.
      Bangunan lain diluar bangunan induk adalah bangunan untuk ruang seksi koleksi, ruang seksi konservasi dan preparasi, laboratorium, mess, tempat penjualan tiket masuk, benda-benda pos dan pos jaga.

Hingga tahun 2010 Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara menyimpan   kurang lebih  6.800 koleksi yang terdiri dari 10 jenis. Berdasarkan jenis koleksi yang dimiliki Museum Negeri Propinsi Sumatera utara dikategorikan sebagai museum umum. Sebagian besar koleksinya berasal dari daerah Sumatera Utara berupa jenis benda peninggalan sejarah budaya mulai dari masa prasejarah, klasik (pengaruh Hindu Budha), Islam, sejarah perjuangan., koleksi ethnografi. Sebagian lainnya koleksi berasal dari beberapa daerah di Indonesia dan Thailand.

Museum Negeri Medan



                                                                                                                                           
Museum  Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. HM. Joni No. 51 Medan, 20217, Telp. (061) 7366792, Fax. (061) 7322220
                                                                                                                                           


1. PengertianMuseum                             5. Keletakan                   

2. LatarBelakang Sejarah                       6. Bangunan       
            
3. Koleksi                                                    7. Struktur Organisasi 

4. Sumber DayaManusia                        8. TataPameran Tetap

  





Ikuti Lomba Puisi Perjuangan 2019

LOMBA BACA PUISI PERJUANGAN TINGKAT UMUM SE - KOTA MEDAN DI MUSEUM NEGERI PROV. SUMATERA UTARA MEDAN, 15 AGUSTUS 2019 Dalam ...